Batik Cirebon – Lutfiana Nurrochmah: Batik Tulis Tidak Harus Mahal

Batik Cirebon - “Semurah-murahnya kain batik tulis tetap lebih murah kain printing. Namun, konsumen mulai lebih menyadari lebih baik kain tulis asli yang lebih mahal sedikit ketimbang beli kain printing motif batik.

Target Jarikan awalnya anak muda, tapi tetap saja konsumen saya kebanyakan para ibu,” terang Lutfiana Nurrochmah.

Konsumen Jarikan perlahan menyebar. Dari Solo, lini busana ini merintis jaringan konsumen ke Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Lampung, Riau, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Kalimantan Timur hingga orang Indonesia yang berdomisili di Inggris.

Batik Cirebon - Mimpi  putri pasangan Drs. Kentyarso Nur Winarno dan Diah Kristina Ph.D. itu sederhana, ingin masyarakat Indonesia menghargai proses membatik. Batik bukan sekadar fashion statement. Itu dulu.

Dia bahkan belum berpikir menjadikan Jarikan lini busana besar. Malah awalnya, Lutfi sekadar menjual kain batik tulis dengan nama sendiri. Tidak menggunakan merek tertentu. Seiring berjalannya waktu, mahasiswi FISIP Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo ini merasa perlu melakukan rebranding. Ia mencari tahu kata dalam bahasa Jawa yang memiliki makna bagus soal kain batik. Kata “jarikan” kemudian terpilih. Sebagian orang merasa jarik itu terkesan kuno.

Juragan Batik - Padahal, jarikan bentuk modernisasi manusia yang awalnya belum mengenal busana kemudian pada fase tertentu, mereka menggunakan jarik untuk menutupi badan.

“Orang Jawa senang menyingkat beberapa kata menjadi satu kata. Jarik singkatan dari aja serik. Contoh lainnya, kupat (dalam bahasa Indonesia: ketupat), singkatan dari ngaku lepat (mengaku salah-red.). Itu sebabnya Lebaran identik dengan ketupat, sejalan dengan semangat minta maaf lahir batin,” beri tahun Lutfi.

Kami kemudian teringat adegan film Guru Bangsa: Tjokroaminoto, ketika istri Mangoensoemo (Maia Estianty) menyerahkan kain batik kepada putrinya, Soeharsikin (Putri Ayudya) yang akan pergi mengikuti suami, HOS Tjokroaminoto. Malam itu, Bu Mangoensoemo memberikan kain batik seraya berkata, “Batik. Basmalah (dengan menyebut nama Allah), titik. ( Batik Cirebon )

Leave a reply "Batik Cirebon – Lutfiana Nurrochmah: Batik Tulis Tidak Harus Mahal"